Webometrics, Situs Perangkingan Web

Dalam dunia Internet, mungkin tidak banyak orang yang mengetahui bahwa ada institusi yang bertugas untuk membuat perangkingan suatu situs internet. Salah satu contoh institusi yang melakukan perangkingan yaitu Webomatrics.

Webometrics memulai untuk melakukan perangkingan terhadap situs Universitas sejak tahun 2004.  Penilaian yang dilakukan yaitu pada gabungan indikator yang memperhitungkan baik volume maupun isi Web, visibilitas dan dampak dari publikasi web sesuai dengan jumlah pranala luar yang diterima. Peringkat ini diperbaharui setiap bulan Januari dan Juli, penyedia Web indikator universitas dan pusat penelitian di seluruh dunia. Pendekatan yang mempertimbangkan berbagai kegiatan ilmiah diwakili di situs akademik yang sering diwakilkan dengan penggunaan indikator bibliometrik.

Universitas yang dijadikan objek pada Webometrics berasal dari hampir semua Universitas yang ada di dunia. Mulai dari Benua Amerika, Asia, Afrika, Eropa dan Australia. Jumlah Universitas yang dinilai lebih dari 15.000 dari seluruh daeran di dunia.

Menurut berita dari: http://www.dikti.go.id/index.php?option=com_content&task=view&id=260&Itemid=54 , 33 Universitas dari Indonesia masuk ke dalam 5000 Universitas Terbaik berdasarkan penilaian Webometrics.

Universitas yang masuk ke dalam 50oo besar tersebit yaitu:

1.     Universitas Gadjah Mada urutan 623

2.     ITB Bandung urutan 676

3.     UI Jakarta urutan 906

4.     Universitas Gunadarma Jakarta urutan 1.604

5.     Institut Teknologi Sepuluh November urutan 1.762

6.     Sekolah Tinggi Teknologi Telkom urutan 1.960

7.     Universitas Kristen Petra urutan 2.013

8.     IPB Bogor urutan 2.063

9.     Universitas Brawijaya Malang urutan 2.152

10.  Universitas Sebelas Maret Surakarta urutan 2.159

11.  Universitas Airlangga Surabaya urutan 2.672

12.  Universitas Padjadjaran urutan 2.730

13.  Politeknik Electronik Surabaya urutan 3.016

14.   Universitas Bina Nusantara Jakarta urutan 3.026

15.  Universitas Diponegoro Semarang urutan 3.138

16.  Universitas Hasanudin Makassar urutan 3.198

17.  Universitas Sumatera Utara Medan urutan 3.254

18.  UNY Yogyakarta urutan 3.310

19.  Universitas Budi Luhur urutan 3.338

20.  UPI Bandung urutan 3.347

21.  Universitas Sanata Dharma Yogyakarta urutan 3.467

22.  Unila Lampung urutan 3.491

23.  Universitas Kristen Duta Wacana Yogya urutan 3.669

24.  UII Yogyakarta urutan 3.821

25.  Universitas Udayana urutan 3.950

26.  Universitas Kristen Maranatha Bandung urutan 3.983

27.  Universitas Riau urutan 4.160

28.  Unika Parahyangan Bandung urutan 4.394

29.  Universitas Mercubuana Jakarta urutan 4.430

30.  Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto urutan 4.572

31.  Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya urutan 4.623

32.  Universitas Jember urutan 4.780

33.  Unnes Semarang urutan 4.800

Ada empat unsur penilaian yang ditetapkan oleh Webometrics, yaitu visibilitas (V) yang menghitung berapa banyak linkeksternal yang terkandung website tersebut, ukuran (S) yang menghitung jumlah halaman yang tertangkap oleh mesin pencari seperti google, yahoo, live search dan exalead.

Kemudian juga dihitung dari kekayaan file (R), yakni berapa banyak file jenis PDF (adobe acrobat), “Adobe PostScript”, “Word Document”, dan PPT (Presentation Document), serta “Scholar” (Sc) yang diambil dari data situs mesin pencari seperti disebutkan diatas terkait dengan tulisan-tulisan ilmiah dari perguruan tinggi bersangkutan.

Seperti yang dikatakan oleh Ben Sowter dari THE dan QS (lihat World University Rankings, Methodology and Indonesia’s Performance, sebuah makalah yang dipresentasikan pada 10 Mei 2008 di Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi) dari tiga lembaga pemeringkatan (THE dan QS dan Shanghai Jia Tong University, dan termasuk Webometric) untuk posisi seratus besar dunia, premier league (dua ratus besar), sepuluh besar, selalu lahir hasil pemeringkatan yang konsisten dan tidak banyak perubahan. 10 besar dunia, misalnya masih diisi oleh nama-nama seperti Massachusetts Institute of Technology, Stanford University, Harvard University, University of California Berkeley, Cornell University, University of Michigan, California Institute of Technology, University of Minnesota, University of Illinois Urbana Champaign, University of Texas dan seterusnya. Bahkan dalam 50 besar masih didominasi oleh perguruan-perguruan tinggi Amerika.

Sebetulnya hal ini menjadi wajar ketika kita melihat segala persyaratan-persyaratan yang dimiliki oleh perguruan-perguruan tinggi tersebut untuk membangun dan mempertahankan posisi perguruan tingginya. Misalnya kita ambil saja endowment Fund yang dimiliki oleh beberapa WCU. National Association of College and University Business Officers (NACUBO) Endowment Study  merilis pada tahun 2008, misalnya Harvard university memiliki dana abadi sebanyak 36,556,284,000 US$, Stanford University dengan nominal, 17, 200,000,000 US$, Massachusetts Institute of Technology dengan jumlah 10,068,800,000 US$. Dengan jumlah dana yang sangat besar ini, mereka bisa melakukan apa saja untuk membangun kampus.

Tidak salah kiranya apa yang dikatakan Charles M. Vest, the former President of the Massachusetts Institute of Tecnhology “ the factors I believe contribute the most to the excellence and competitive success of U.S. higher Education include:…a tradition of philanthropy, fostered by U.S. tax law, encourages alumni and others to support our colleges and universities. Nampaknya, perguruan tinggi Indonesia perlu juga mengembangkan dana abadi ini seperti yang sudah dimulai oleh beberapa perguruan tinggi seperti UI, ITB, UGM.

Dengan dana abadi raksasa ini universitas-universitas bertaraf internasional menghidupkan dan menfasilitasi sivitas akademika mereka untuk melakukan penelitian, inovasi dan invensi, menghasilkan patent, buku, publikasi internasional. Kalau kita perhatikan profil pembiayaan universitas WCU ini pada sisi pengeluaran, maka pengeluaran terbesar (tentu diluar dana belajar mengajar, termasuk gaji) dialokasikan untuk riset (13-24 persen). Dan mereka melakukan riset yang relevan dan bermutu, sehingga tidak heran bukan hanya dana abadi, hasil riset pada akhirnya juga menjadi penyumbang pemasukan terbesar juga bagi universitas WCU.

Berdasarkan peringkat tersebut, Universitas Gunadarma berada di peringkat ke-4 terbaik di Indonesia menurut perangkingan Webometrics.

Sumber:

http://www.en.wikipedia.com

http://www.dikti.go.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: